07 Juli 2013

Sekilas tentang Sopir Chassis Bus

Assalamualaikum... Kali ini saya mau share ke kalian tentang salah satu peran paling penting dalam suatu PO tapi juga salah satu peran paling ber-resiko dalam suatu PO, yakni Sopir Cahassis Bus. Langsung aja check this out ! Saat suatu PO membeli chassis baru, pasti PO tersebut harus membawa chassis ke salah satu karoseri untuk diberi 'baju'. PO hanya memiliki 2 pilihan, yakni : 1. Mengangkut chassis menggunakan truk trailer 2. Mengendarai chassis tersebut sampai ke karoseri Karena mengangkut chassis menggunakan truk trailer memakan biaya cukup banyak (kata salah satu bismania, untuk membawa chassis dari jakarta ke karoseri di malang pakai truk trailer, PO harus mengeluarkan biaya kurang lebih 20 juta. Woww...!). Oleh karena itu, banyak PO yang akhirnya memilih pilihan no. 2. Karena biayanya lebih murah (PO hanya harus menyediakan sopir, uang jalan, dan gaji sopir). Tapi masalahnya, tidak semua orang mau jadi sopir chassis, karena sopir chassis tidak memiliki perlindungan apapun dari teriknya sinar matahari dan tetesan air hujan, karena di chassis yang baru dibeli, biasanya hanya ada rangka, mesin, ban, kursi sopir, setir, dan dashboard. Oleh karena itu, para sopir chassis harus memakai helm, kacamata, jaket, dan sarung tangan untuk melindungi tubuh mereka. Sopir chassis pun harus berhati-hati, karena berat chassis yang ringan, tenaga mesin bus yang besar dengan mudah bisa mencelakainya (ada supir chassis yang sampai terlempar dari tempat duduknya, karena melewati jalan bergelombang). Tapi tetap saja ada yang mau menjadi sopir chassis, karena gaji yang ditawarkan cukup tinggi, mengingat bahaya yang harus dihadapi para sopir chassis di jalanan. Tapi tidak semua chassis dapat dibawa dengan bus, contohnya chassis SCANIA, yang harus dibawa pakai truk, karena chassis tersebut bersifat 'modular', jadi masih belum tersambung satu sama lain (harus disambung di karoseri) Sekian post saya kali ini tentang sopir chassis bus, semoga bermanfaat. See you on the next post,

1 komentar:

Berkomentarlah dengan sopan...