13 Juli 2013

Sekilas tentang PO. Continental

Assalamualaikum... Kali ini saya mau share ke kalian tentang salah satu PO legendaris di Indonesia, yakni PO Continental.

PO Continental (atau yang oleh sebagian bismania sering disingkat PO. Conti) adalah salah satu PO tertua yang pernah melayani jalur Jakarta–Surabaya, Jakarta-Malang, Jakarta-Singaraja, Jakarta-Denpasar, serta Jakarta-Palembang mulai akhir dasawarsa 70an atau awal 80 an. Semula, PO. Continental nama lengkapnya adalah Continental Megah Express, nama pemiliknya adalah Pak Teddy (CMIIW) dengan kantor pusat berada di jalan AM. Sangaji dan Pool berada di Pondok Bambu. Pemilik PO ini adalah penggemar berat burung. Karena itulah, dahulu di semua armada PO. Conti selalu tertulis nama burung, mulai dari Pinguin, Kaca-Kaca, Condor, Colibri, Taon-Taon, dsb. Saat masih dipegang pemilik lama, PO. Continental memiliki ciri khas warna dasar Putih bergaris jingga, merah, dan kuning. Pada awalnya, PO ini armadanya adalah MB LP 911 dan OF 1113 bermesin depan. Saat Mercedez-Benz mulai mengenalkan produk mesin belakang, PO. Continental sempat membeli beberapa unit berkaroseri MBM, namun rupanya, si empunya PO lebih suka memelihara bis mesin depan, sehingga kebanyakan armadanya Mitsubishi BM dengan karoseri bawaan Mitsubishi rakitan TriJaya Union dengan AC Gantung di bagian belakang. Selain Mitsubishi, PO. Continental juga memiliki banyak Nissan CK (seri mesin depan sebelum Nissan CB), serta Hino AK Silver Wing seri pertama. PO. Continental sampai punya pelanggan fanatik karena servis yang sangat bagus dan kebersihan bisnya. PO. Continental memiliki konsep yang hampir sama seperti PO. Raya, yakni disaat banyak bis-bis malam memasang TV / Audio di dalam bis, PO. Continental tidak mau memasangnya karena dapat mengganggu konsentrasi sopir dan dapat mengganggu waktu tidur penumpang. Cara ini cukup berhasil menarik penumpang, karena tanpa adanya pemasangan 'atribut' tersebut, biaya perjalanan pun bisa ditekan seminimal mungkin. Memasuki tahun 90an, PO. Continental mulai mengalami kemunduran. Disaat yang sama, PT. Mitra Rajasa, perusahaan pengangkutan semen Tiga Roda sedang berada di puncak kejayaannya dan ingin melakukan ekspansi besar-besaran di bisnis transportasi. Saat itulah, akhirnya Continental Megah Express diakuisisi oleh PT. Mitra Rajasa. Pemilik baru PO. Continental kemudian mengganti livery menjadi Siluet Harimau yang sedang 'balapan'. Disaat yang bersamaan, PT. Mitra Rajasa juga menjadi operator bis kota jurusan Ragunan–Tanah Abang via Antasari dengan armada Hino AK karoseri Rahayu Sentosa Euroliner dengan pool di Depok, sedangkan PO. Continental dipindahkan ke Pondok Kelapa. Untuk armada PO. Continental, pemilik baru menggunakan armada MB King dan Hino RG, sedangkan untuk trayek baru Blitar–Merak memakai Hino AK eks bis kota PT. Mitra Rajasa. Menjelang keruntuhannya, PO. Continental hanya mengandalkan trayek Jakarta–Klaten dengan bis-bis Hino AK3HR karoserie Rahayu Sentosa Euroliner eks bis kota Mitra Rajasa dengan kelas AC Ekonomi seat 2-3. Padahal, PO. Continental pada saat-saat jayanya hanya melayani kelas Executive. Meskipun hanya kelas Executive, penumpang selalu dimanjakan dengan fasilitas servis makan sekelas Super Executive di RM. Taman Sari Pamanukan ataupun di RM. Taman Sari Tuban dengan dua kali servis makan, makan pagi dan makan malam. Sejak awal, PO. Continental sangat disiplin. Bis malam executive-nya pun sudah menerapkan kebijakan anti sarkawi (penumpang liar) sejak mulai operasi hingga menjelang keruntuhannya.

 Sekian post saya kali ini tentang PO. Conti yang saya dapat dari www.bismania.org tentu dengan sedikit perubahan dari saya. See you on the next post,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan sopan...